Perokok versus Vaper, lebih baik mana staminanya?

Berdasarkan uji klinis studi CEASEFIRE yang diterbitkan PubMed, perokok yang beralih sepenuhnya ke vape atau produk tembakau yang dipanaskan (HTP) mengalami peningkatan kapasitas aerobik (V̇O2max) yang signifikan, yang berarti stamina dan daya tahan kardiorespirasi mereka membaik dibandingkan saat masih merokok konvensional.

Banyak yang bilang rokok dan vape sama-sama mengganggu stamin olahraga, tapi pandangan tanpa riset ilmiah yang memadai hanyalah sebuah “katanya”.

Sebuah penelitian klinis yang berjudul Improved aerobic capacity in a randomized controlled trial of noncombustible nicotine and tobacco products yang diterbitkan oleh PubMed (National Center of Biotechnology Information) terjemahan Peningkatan kapasitas aerobik dalam uji klinis terkontrol acak terhadap produk nikotin dan tembakau yang tidak terbakar tentang analisis sekunder dari studi CEASEFIRE yang bertujuan untuk menguji dampak vape dan produk tembakau yang dipanaskan (HTP) terhadap perubahan perilaku merokok. Untuk pertama kalinya, secara khusus mengevaluasi dampak penggunaan eksklusif vape atau HTP terhadap kebugaran kardiorespirasi.

Apa Hubungan Kardiorespirasi dengan Stamina?

Menurut situs Universita Airlangga, Kebugaran kardiorespirasi mengacu pada kemampuan sistem jantung, paru-paru, dan pembuluh darah dalam mengangkut oksigen ke otot-otot tubuh selama aktivitas fisik berkelanjutan. Kemampuan ini juga menentukan seberapa efisien otot menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi melalui respirasi seluler. Istilah lain untuk kebugaran kardiorespirasi adalah daya tahan jantung-paru atau kapasitas aerobik. Semakin tinggi tingkat kebugaran ini, seseorang dapat melakukan aktivitas fisik lebih lama tanpa cepat lelah.

Mengapa V̇O2max Menjadi Penentu Stamina Perokok dan Vaper?

Sebelum membahas hasil penelitian Improved aerobic capacity in a randomized controlled trial of noncombustible nicotine and tobacco products yang diterbitkan oleh PubMed (National Center of Biotechnology Information) kita membahas beberapa istilah yang ada dalam penelitian klinis tersebut.

Apakah Vape 100% Aman untuk Olahraga?

VO2max adalah indikator yang menunjukkan volume maksimal oksigen yang dapat diproses oleh tubuh manusia selama melakukan aktivitas fisik intensitas tinggi. Semakin tinggi angka VO2 Max seseorang, maka semakin baik pula kemampuan tubuhnya dalam menghasilkan energi untuk durasi yang lebih lama. Ini bukan sekadar angka bagi atlet profesional, melainkan juga cerminan kesehatan jantung dan pembuluh darah bagi masyarakat umum. Halodoc.

Hasil penelitian klinis

Perokok yang beralih sepenuhnya ke vape atau produk tembakau yang dipanaskan (HTP) mengalami peningkatan V̇O2max yang signifikan. Mereka yang mengurangi merokok juga menunjukkan peningkatan. Sementara itu, perokok yang tidak beralih tidak menunjukkan perubahan.

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40447739/

Kok bisa begitu?

Asap rokok mengandung zat berbahaya yang merusak pembuluh darah dan paru-paru, sehingga menghambat penyerapan oksigen. 
Vape dan produk tembakau yang dipanaskan (HTP) tidak menggunakan proses pembakaran, sehingga dapat membantu mengurangi paparan zat berbahaya dan meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru.

Kesimpulan

Peningkatan V̇O2max ini adalah bukti ilmiah bahwa strategi pengurangan risiko tembakau dengan vape, htp dan produk tembakau tidak terbakar dapat membawa manfaat kesehatan, bahkan dalam waktu singkat.
Ini bukan anjuran, tapi bukti ilmiah: beralih dari rokok konvensional bisa membuatmu bernapas lebih lega dan berolahraga lebih baik!
Vape & HTP tidak 100% aman.

Leave a Comment

×